Kajian Fadhoilul Qur’an (Ahad, 25 Februari 2018)

Waktu-waktu membaca Al-Qur’an dan fadhilah mengkhatamkannya

Waktu yang paling utama untuk memulai membaca Al-Qur’an (mulai dari surat yang pertama), adalah malam Jumat dan khatam pada hari Kamis, serta waktu yang lebih utama adalah setelah sholat Subuh.

Sayyidina Utsman memulai membaca Al-Qur’an pada :
Malam Jumat, dimulai surat Al-Baqarah – Al Maidah.
Malam Sabtu, surat Al An’am – surat Hud.
Malam Ahad surat Yusuf – surat Maryam.
Malam Senin surat Thaha – طسم .
Malam Selasa surat Al ‘Ankabut – surat صَ
Malam Rabu surat حم – تنزيل من الرحمن الرحيم
Dan mengkhatamkannya malam Kamis.
Ia berkata : “Barang siapa membaca Al-Qur’an dengan urutan seperti ini selama seminggu tanpa putus, lalu berdoa maka Allah akan mengabulkannya.”

Disunnahkan di akhir surat Adh-Dhuha untuk membaca takbir. Hal ini sesuai dengan hadits nabi, yang intinya, nabi bersyukur ketika turun surat Adh-Dhuha karena surat ini diturunkan setelah terputusnya wahyu selama 15 hari. Serta meneruskan takbirnya pada surat setelah Adh-Dhuha sampai selesai.

Diriwayatkan oleh Ibnu Katsir ra, ketika Nabi Muhammad sampai pada akhir membaca Al-Qur’an, membaca Al-Ikhlas 3x, Al-Falaq, An-Naas, lalu Al-Fatihah lagi dan awal Al Baqarah sampai ayat 5.

Diceritakan dari Ibnu Abbas, beliau mengatakan : “Seseorang bertanya kepada Rasulullah : Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah? Beliau menjawab : Al-hal wal murtahal. Orang ini bertanya lagi : Apa itu Al-hal wal murtahal wahai Rasulullah? Beliau menjawab : Yaitu yang membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir dan setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal.

Ketika seseorang khatam Al-Qur’an maka malaikat mencium diantara kedua matanya dan diampuni dosanya, dan barang siapa yang ragu maka tiada ampunan baginnya.

Doa diijabahi ketika dalam perkumpulan orang muslim, majlis-majlis dzikir dan ketika khatam Al-Qur’an.

Ketika seseorang khatam Al-Qur’an maka 60.000 malaikat bersholawat kepadanya. Kemudian, jika ia berdoa maka 40.000 malaikat mengamini doanya.

Disunnahkan mengumpulkan keluarga saat khatam Al-Qur’an, lalu berdoa.

Barang siapa yang khatam Al-Qur’an maka doanya mustajab dan disegerakan serta disediakan pohon surga.

Wahai saudaraku, setelah kita mengetahui betapa dahsyatnya keutamaan mengkhatamkan Al-Qur’an, apakah masih terbesit keinginan dalam benak kita untuk berkata “bacanya nanti saja, nanti dulu, setelah ini, esok saja dan bla bla bla” ?? Tidakkah kita rugi akan waktu yang kita sia-siakan ?? Sadarkah kita telah menyia-nyiakan pahala dan keutamaan yang begitu besar jika tidak mengkhatamkan Al-Qur’an ??
So, mari kita instropeksi diri !!!
Sekian 🙂

———————

Disyarah dari kajian kitab Fadhoilul Qur’an yang disampaikan oleh Ustadz. Dr. H. Ahmad Muzakki, M.A.

link Video kajian :Klik DISINI

=============

Penulis : Gus Nuha

Editor :Ning Afifatul Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.