MIU Login

Membumikan Al-Qur’an di Kampus Ulul Albab: HTQ UIN Malang Sambut Anggota Baru Melalui TQ ke-24 dan Pembaiatan Sakral

HTQ NEWS – Sabtu-Ahad (10-11 Oktober 2026) Hai’ah Tahfizh Al-Qur’an UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar kegiatan Ta’aruf Qur’any ke-24. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan tahunan yang bertujuan untuk mengenalkan Hai’ah Tahfizh Al-Qur’an. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Ta’aruf Qur’any pada tahun ini sukses digelar di satu kampus. Rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari dengan yang berbeda. Hari pertama diisi dengan sesi formal dan penyampaian materi di Aula Rektorat Lantai 5 UIN Malang, sedangkan hari kedua diisi dengan sesi keakraban (have fun) serta pembaiatan di lapangan dan tangga besar UIN Malang.

Kegiatan TQ ke-24 dilaksanakan sebagai wadah pengenalan anggota baru sekaligus sarana menumbuhkan rasa cinta Al-Qur’an serta mempererat ukhuwah Islamiyah di kalangan mahasiswa kampus Ulul Albab. Antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi, dengan dominasi pendaftar terbanyak berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (210 pendaftar), disusul Fakultas Sains dan Teknologi (87 pendaftar), Syariah (82 pendaftar), Ekonomi (72 pendaftar), Ushuludin dan Studi Islam (69 pendaftar), Humaniora (51 pendaftar), Psikologi (44 pendaftar), Kedokteran (16 pendaftar), dan Teknik (6 pendaftar). Tercatat sebanyak 245 pendaftar di antaranya telah khatam 30 juz, serta terdapat 14 pendaftar yang belum memiliki hafalan.

Rangkaian acara hari pertama dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor 3 (Bidang Kemahasiswaan) UIN Malang, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A. Beliau menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan kegiatan tahfizh dan mengusahakan pemberian apresiasi berupa beasiswa senilai 50 USD bagi peserta TQ terbaik, serta wacana penyelenggaraan MHQ internal. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Hai’ah Tahfizh Al-Qur’an, Ustadz Muhammad Hasyim, S.Hum., M.A, beliau mengungkapkan bahwa HTQ hadir sebagai tempat merawat hafalan bagi lebih dari 3.000 mahasiswa penghafal Al-Qur’an di UIN Malang di tengah padatnya perkuliahan.

Memasuki sesi materi pertama, yakni metode menghafal Al-Qur’an yang disampaikan oleh Bu Nyai Ismiyaturrofi’ah, S.Pd.I, beliau menekankan empat pilar utama dalam menghafal Al-Qur’an, yaitu niat, yakin, sabar, dan istiqomah. Beliau menegaskan keutamaan menata niat di awal proses menghafal.

“Dalam menghafal Al-Qur’an, niat harus ditancapkan dulu dalam hati kita bahwa semuanya karena Allah. Semua yang disandarkan pada Allah insyaAllah dipermudah,” ujar Bu Nyai Ismi menegaskan pentingnya niat lillahi ta’ala.

Beliau juga membagikan kiat-kiat ziyadah (tartil, tikror, tasmi’) dan muraja’ah (tashihul hifdzi dan muhafadhoh), serta mengutip dawuh Mbah Maimoen Zubair bahwa khatam Al-Qur’an yang sesuai ijtihad para sahabat adalah urut dari juz 1 hingga juz 30.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Ustadz M. Afthoni Adyatama Zahro, S.Psi., M. Kom.I tentang motivasi menghafal Al-Qur’an, beliau membedah berbagai tantangan mahasiswa penghafal Al-Qur’an, mulai dari masalah akademis, ekonomi, pergaulan/tongkrongan, hingga urusan asmara. Ustadz Afthoni menyampaikan kalimat langsung terkait pentingnya meluruskan kembali tujuan awal saat menghadapi dinamika tersebut.

“Menghafal Al-Qur’an memiliki banyak tantangan, maka solusinya adalah melakukan rekonsiliasi niat, memilih circle lingkungan yang mendukung, menyesuaikan metode, serta membangun kembali chemistry kita dengan Al-Qur’an,” tutur Ustadz Afthoni.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Ustadz Manzilur Rahman Ramadhan, M.Kom selaku Dewan Pembina dari HTQ UIN Malang, beliau memaparkan sejarah dan perjalanan  HTQ UIN Malang yang berawal dari bimbingan setoran Al-Qur’an di MSAA pada tahun 2000 hingga berdirinya JQH pada tahun 2001. Selanjutnya, organisasi ini bertransformasi menjadi HTQ pada tahun 2009 guna mel;ahirkan generasi Qur’ani yang unggul, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Materi terakhir diisi dengan pengenalan IKHFA (Ikatan Alumni HTQ) yang disampaikan oleh Ketua Musa’id/ah Periode 2024 – 2025, Gus Achdam Khoeron Topan Haryanto. Melalui sesi ini, dijelaskan bahwa HTQ tidak hanya mendampingi mahasiswa selama berada di bangku kuliah, namun pembinaan dan ikatan silaturahmi antarpenghafal Al-Qur’an akan terus berlanjut hingga jenjang alumni. Rangkaian materi hari pertama kemudian ditutup dengan pemaparan program kerja dari setiap divisi musa’id/ah, yaitu Badan Pengurus Harian (BPH), Divisi Mudarasah, Munaqasyah, Funun Islamiyyah, Humas dan Dakwah, Inventaris, serta Divisi An-Naba’.

Pada hari kedua, 11 Oktober 2026, kegiatan yang berlangsung di Lapangan UIN Malang diisi dengan berbagai permainan keakraban dan perlombaan antarpeserta untuk mempererat tali persaudaraan. Puncak acara ditutup dengan prosesi pembaiatan yang berlokasi di Halaman Tangga Besar UIN Malang. Pembaiatan ini menjadi syarat wajib yang menandai peresmian calon anggota menjadi anggota sah keluarga besar HTQ UIN Malang. (Red/RM)

Berita Terkait