MIU Login

Perkuat Kualitas Setoran Tahfizh, HTQ UIN Malang Menyelenggarakan IMTAZ bagi Mustami’/ah Setoran Tahfizh

HTQ NEWS – Selasa (13 Oktober 2026) Hai’ah Tahfizh Al-Qur’an UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah menyelenggarakan kegiatan IMTAZ (Ijtima’ Mustami’/ah Setoran Tahfizh) yang diikuti oleh 30 Mustami’/ah. Kegiatan ini sebagai sarana sosialisasi dan pembekalan bagi para Mustami’/ah setoran tahfizh, yang bertujuan untuk menyamakan pemahaman mengenai kriteria menyimak setoran Al-Quran sekaligus memperkuat komitmen para mustami’/ah dalam mendampingi anggota setoran.

Kegiatan IMTAZ diharapkan dapat menjadi wadah bagi para Mustami’/ah untuk tetap menjaga idealisme dalam menyimak hafalan Al-Qur’an. Anggota setoran diharapkan memenuhi standar bacaan yang baik, yakni lancar dan sesuai dengan kaidah tajwid. Meskipun cara penyampaian setiap Mustami’/ah kepada anggotanya berbeda-beda, tetapi standar kualitas bacaan tetap harus dijaga.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Manzilur Rohman Romadhon, M.Kom. selaku kepala kegiatan Setoran Tahfizh, menyampaikan bahwa para Mustami’/ah diharapkan mampu mendampingi peserta secara berkelanjutan, mulai dari tahap awal menghafal hingga menyelesaikan 30 juz. Hal ini menjadi salah satu bentuk komitmen dalam mencetak kader penghafal Al-Qur’an yang berkualitas.

Selanjutnya, Ustadz Muhammad Hasyim, S. Hum., M.A. selaku ketua Hai’ah Tahfizh Al-Qur’an UIN Malang, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa di samping menjalankan peran dalam menyimak setoran, para Mustami’ah diharapkan mampu menyeimbangkan ifadah (memberikan manfaat) dan istifadah (mengambil manfaat). Hal ini penting mengingat HTQ memiliki beragam program yang perlu diikuti dan dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan diri.

Sebagai penguatan spiritual, disampaikan pula refleksi dari penghujung Surah Al-A’raf ayat 204, yaitu “Wa idza quri’al-Qur’anu fastami‘u lahu wa ansitu” yang memiliki arti “Apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah.” Penggunaan bentuk pasif quri’a dalam ayat tersebut menjadi pengingat untuk merenungkan peran diri dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, baik sebagai pembaca maupun penyimak.

Melalui IMTAZ, diharapkan para Mustami’/ah semakin memahami kriteria penyimakan setoran, meningkatkan kualitas pendampingan peserta, serta menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Dengan demikian, program setoran tahfizh HTQ dapat berjalan lebih optimal dan terus melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang berkualitas. (Red/KN)

Berita Terkait