{"id":1713,"date":"2015-06-17T01:28:45","date_gmt":"2015-06-17T01:28:45","guid":{"rendered":"http:\/\/htq.uin-malang.ac.id\/?p=1713"},"modified":"2015-06-17T01:28:45","modified_gmt":"2015-06-17T01:28:45","slug":"berbakat-dengan-quran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/htq.uin-malang.ac.id\/ar\/berbakat-dengan-quran\/","title":{"rendered":"Berbakat dengan Qur\u2019an"},"content":{"rendered":"<p>Proses dan porsi pembelajaran dalam pendidikan tidak selalu sama rata semuanya bagi setiap peserta didik. Ada beberapa anak atau siswa yang mempunyai kemampuan khusus ataupun di atas rata-rata siswa atau anak-anak pada umumnya. Itulah mereka yang disebut anak berbakat. Ada pendidikan khusus bagi anak berbakat dengan pembelajaran yang tentu berbeda. Kebanyakan orang memandang siswa yang punya kecerdasan di atas rata-rata adalah siswa yang berbakat.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Apakah sebenarnya seperti itu ? Chaplin (2002) mengartikan bakat sebagai kapasitas untuk berprestasi. Sebenarnya banyak aspek dalam istilah \u2018anak berbakat\u2019. Lyman (dalam Fudyartanta, 2005) mendefinisikan bakat sebagai kombinasi karakteristik alami dan yang dipelajari yang mengidikasikan kapasitas seseorang untuk mengembangkan kecakapannya dalam beberapa keterampilan. Freeman (dalam Fudyartanta, 2005) mengemukakan bahwa bakat adalah suatu kombinasi karakteristik yang berkapasitas individual untuk memperoleh (melalui latihan) beberapa pengetahuan khusus, ketrampilan atau suatu respon yang terorganisir. Misalnya kemampuan berbahasa, menjadi pemusik ataupun kemampuan mekanik.<\/p>\n<p>Ternyata ada cukup banyak anak yang berbakat selain di bidang intelegensi. Bakat mereka bermacam-macam. Ada bakat seni seperti seni lukis, seni tari dan sebagainya. Adapula bakat seperti rasa empati (memahami orang lain), interaksi social, kecakapan berbicara dan lainnya. Memimpin juga merupakan bakat. Jadi, bakat tidak sebatas pada kemampuan kognisi atau integelensi saja.<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an yang menjadi kitab suci umat Islam juga bisa menjadikan seseorang berbakat. Ada beberapa hal dalam Al-Qur\u2019an yang menjadikan seseorang berbakat. Ada anak kecil yang hafal Al-Qur\u2019an, ada yang pintar melantunkan ayat-ayat Al-Qur\u2019an dengan berbagai lagu qiro\u2019ah dan masih banyak beberapa contoh anak berbakat lainnya. Lantas, apakah bakat-bakat yang bisa didapat dari Al-Qur\u2019an ada dalam bentuk-bentuk bakat yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh tersebut ? Berikut uraian penjelasannya.<\/p>\n<p>Tahfidz 30 juz<\/p>\n<p>Tahfidz adalah kata bahasa arab yeng berasal dari kata dasar <em>chafidzo<\/em> yang mempunyai arti menghafal. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia menghafal adalah berusaha meresapkan ke dalam pikiran agar selalu ingat. Hafal Al-Qur\u2019an 30 juz setebal ratusan halaman merupakan suatu kemampuan kognisi yang luar biasa, apalagi itu terjadi pada masa anak-anak. Musa bin Abi La ode dari Bangka Belitung telah menghafalkan Al-Qur\u2019an 30 juz. Belum genap usianya mencapai enam tahun, ia telah menyelesaikan hafalan 30 juz dari Al-Qur\u2019an. Ia dikukuhkan sebagai <em>hafidz <\/em>(penghafal qur\u2019an) termuda saat perlombaan tahfidz internasional di Arab Saudi tahun 2014 kemarin.<\/p>\n<p>Salah satu aspek dalam bakat adalah kemampuan kognisi serta intelegensi tinggi. Hafalan juga merupakan bagian dari intelegensi. Oleh karena itu, seorang anak yang sudah bisa hafal Al-Qur\u2019an setebal ratusan halaman dikatakan sebagai anak berbakat. Tentunya bakat ini tidak langsung didapatkan seketika itu. Ada potensi pada anak kecil saat lahir yang diketahui oleh orang tuanya. Kemudian ada proses yang dijalani untuk mencapai bakat ini.<\/p>\n<p>Qiro\u2019ah<\/p>\n<p>Qiro\u2019ah juga kata berbahasa arab yang berasal dari kata dasar <em>qoro\u2019a<\/em> yang mempunyai arti dasar membaca. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia membaca diartikan sebagai melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis (dengan melisankan atau hanya dalam hati). Namun <em>qiro\u2019ah <\/em> yang dimaksudkan bukan hanya sekedar membaca. <em>Qiro\u2019ah <\/em> secara singkat yaitu membaca ayat-ayat Al-Qur\u2019an dengan kaidah lagu-lagu tertentu. Tidak semua orang bisa <em>qiro\u2019ah <\/em>ini. karena itu seorang <em>Qori\u2019<\/em> dalam dunia Islam diberi penghargaan tinggi.<\/p>\n<p>Syamsuri Firdaus, seorang remaja berusia 16 tahun asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah qori internasional terbaik kategori anak-anak pada MTQ (<em>Musaabaqoh Tilawatil Qur\u2019an<\/em>) tahun 2014. Bakat yang dimiliki oleh bocah yang baru besar ini adalah suaranya yang merdu dilantunkan dalam <em>qiro\u2019ah<\/em>. Dalam membaca ayat-ayat suci Al-Qur\u2019an dengan <em>qiro\u2019ah,<\/em> ada banyak hal yang harus dikuasai dan dipersiapkan. Qiro\u2019ah ini juga termasuk seni suara dalam membaca Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<p>Kemampuan seni (termasuk seni suara) merupakan salah satu dari aspek berbakat yang dibagi oleh Cohn yaitu : kemampuan intelektual, kemampuan aristik (seni) dan kemampuan sosial. Bakat <em>qiro\u2019ah<\/em> dari Syamsuri Firdaus adalah salah satu contoh potensi bakat yang dikembangkan dengan maksimal yaitu seni suara.<\/p>\n<p>Doktor cilik Al-qur\u2019an<\/p>\n<p>Berikutnya yaitu Sayyid Muhammad Husein Tabataba\u2019i seorang bocah yang mendapatkan gelar\u00a0 Doktor di Hijaz Collage Islamic University. Husein adalah doktor cilik yang hafal dan paham al-Qur\u2019an. Ia mendapatkan gelar doktoral ketika baru berusia tujuh tahun. Gelar doktoral yang diterimanya bukan hanya karena hafal Al-Qur\u2019an. tetapi juga mampu menerjemahkan arti dari setiap ayat ke dalam bahasa Persia, memahami makna ayat-ayat tersebut, dan bisa menggunakan ayat-ayat itu dalam percakapan sehari-hari. Bahkan, Husein mampu mengetahui dengan pasti di halaman berapa letak suatu ayat, dan di baris ke berapa, di kiri atau sebelah kanan halaman al-Qur\u2019an, atau menyebutkan ayat-ayat dalam satu halaman secara terbalik, mulai dari\u00a0 ayat terakhir samapai ke ayat pertama.Ia juga mampu menafsirkan dan menerangkan ayat al-Qur\u2019an dengan menggunakan ayat lainnya dan metode menerangkan makna al-Qur\u2019an dengan metode isyarat tangan. Ini adalah sebuah contoh nyata komplesitas bakat dalam Al-Qur\u2019an yang dimiliki oleh seorang anak berusia tujuha tahun.<\/p>\n<p>Kemampuan verbal maupun isyarat, kemampuan intelektual, kemampuan bahasa dan kecakapan serta kreatifitas dalam ingatan adalah sebuah kompleksitas yang dikemukakan oleh para tokoh mengenai bakat. tentunya tak mudah didapatkan. Kemampuan yang beragam ini telah dilatih sejak kecil. Sejak berusia dua tahun, Husein telah belajar Al-Quran dan selesai menghafal 30 juz pada usia lima tahun kemudian mengembangkan ke-Al-Qur\u2019an-annya hingga mencapai prestasi gemilangnya pada usia tujuh tahun. Jadi, pada intinya bakat tidak langsung muncul pada seorang anak namun harus terus diasah agar semakin meningkat.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Dari penjelasan-penjelasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa Al-Qur\u2019an juga bisa membuat seorang anak berbakat sejak kecil. Setiap orang yang beragama Islam pasti punya potensi dan kesempatan untuk mendapatkan berbagai bakat dari Al-Qur\u2019an, tinggal bagaimana ia mengembangkan potensi dan kesempatan tersebut dengan maksimal sehingga ia mendapatkan gelar \u201cBerbakat dengan Al-Qur\u2019an. Semoga kita umat Islam yang tetap berpegang teguh dengan Al-Qur\u2019an bisa mendapatkan manfaat dan kesuksesan hidup dengan Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<p>Bibliography<br \/><a href=\"https:\/\/berita-terkini-olahraga05813.smblogsites.com\/12051959\/kampus-uin-terbaik-options\">https:\/\/berita-terkini-olahraga05813.smblogsites.com\/12051959\/kampus-uin-terbaik-options<\/a><br \/><a href=\"https:\/\/raymondrsrqn.weblogco.com\/12063314\/little-known-facts-about-kampus-uin-terbaik\">https:\/\/raymondrsrqn.weblogco.com\/12063314\/little-known-facts-about-kampus-uin-terbaik<\/a><br \/><a href=\"https:\/\/charlieiiivz.blogdeazar.com\/12068038\/getting-my-kampus-uin-terbaik-to-work\">https:\/\/charlieiiivz.blogdeazar.com\/12068038\/getting-my-kampus-uin-terbaik-to-work<\/a><\/p>\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Proses dan porsi pembelajaran dalam pendidikan tidak selalu sama rata semuanya bagi setiap peserta didik. Ada beberapa anak atau siswa yang mempunyai kemampuan khusus ataupun di atas rata-rata siswa atau anak-anak pada umumnya. Itulah mereka yang disebut anak berbakat. Ada pendidikan khusus bagi anak berbakat dengan pembelajaran yang tentu berbeda. Kebanyakan orang memandang siswa yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-1713","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-review-kajian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/htq.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1713","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/htq.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/htq.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/htq.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/htq.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1713"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/htq.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1713\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/htq.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1713"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/htq.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1713"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/htq.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1713"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}